Gunung meletus

Debu Lokon Sampai Manado

Kompas.com - 20/09/2012, 12:34 WIB

MANADO, KOMPAS.com - Sampai dengan Kamis (20/9/2012) siang, debu masih bertebaran di sejumlah permukiman dan gedung perkantoran di Kota Manado, akibat letusan besar Gunung Lokon, Rabu (19/9/2012) malam.

Debu menyelimuti wilayah Sario, Wanea, Wenang dan Malalayang, Kota Manado.  

 

Debu Lokon menyelimuti Manado sejak Rabu tengah malam, dimungkinkan karena saat Lokon meletus Rabu malam angin bertiup ke arah Utara hingga mencapai kota yang berjarak sekitar 25 kilometer itu.  

 

Sejumlah warga Manado sempat terkejut, ketika bangun pagi melihat atap rumah dan pekarangan berdebu. Mobil warga yang diparkir di halaman rumah, diselimuti debu tebal seperti pasir berwarana kecoklatan.  

 

"Saya kaget bangun pagi lihat mobil sudah berubah warna coklat, tidak tahunya debu," kata Novi Pontoh, warga Sakobar. Banyak warga Manado kurang tahu letusan Lokon pada malam hari.  

 

Di kawasan Wanea, terlihat sejumlah warga masih membersihkan atap rumah mereka yang sebagian dari seng. Kalau tidak dibersihkan seng cepat bocor, kata Denny Walandouw, warga Wanea. 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau